Sabtu, 17 Agustus 2013

My Story 2 - Karyawan Pabrik Borongan


Dengan berbekal ijazah SMP dan tanpa KTP saya ikut Ibu saya kerja menjadi karyawan borongan di salah satu pabrik kayu di Margomulyo Surabaya.  Inilah pekerjaan pertama saya, Karyawan Borongan Pabrik. 

Pada waktu itu karyawan borongan di bayar per biji kayu yang sudah di amplas, karena pada waktu itu saya bertugas menjadi tukang amplas. Satu pabrik dengan ibu. dari rumah ke Margomulyo makan waktu 45 menit pakek motor astrea,bensin masih patungan dengan ibu. :( 

Pada saat bahan sedang Rame-ramenya saya bisa meng-amplas 200 biji lebih kayu yang seharga 75 rupiah. Kalikan saja berarti 15 ribu satu hari. Hehehe saat itu uang tersebut sangat berharga lahh.. keringat sendiri J. Saya menerima gaji 2 minggu sekali. Dan rekor pernah saya dapatkan 180ribu dalam 2 minggu. Lagi-lagi saya sangat senang sekali - maklum baru menerima uang sebesar itu…. Dan keringat sendiri lagi!

Dari uang 180ribu itu saya langsung belikan gitar pertama.dengan merk Yamaha berwarna hijau saya merasa senang karena pada masa teman-teman masih meminta uang untuk beli ini itu –saya mampu membelinya dengan keringat sendiri – Alhamdulillah…

Sekitar 3 bulanan menjadi karyawan borongan pabrik kayu, saya merasa tidak nyaman, pikiran untuk malas bekerja muncul. Dan saya ingin melanjutkan kembali ke sekolah. Tapi mana mungkin saya meminta ke orang tua??? gag bisa

Awal maret 2007 saya membaca Koran dan kebetulan ada iklan bais yang membuat saya tersenyum, dan Alhamdulillah ada jalan terang yang saya rasa.
Sekolah Gratis,
Bersambung….

Tidak ada komentar: