Sabtu, 02 Juni 2012

Ulang Tahun Surabaya


Selamat ulang tahun Surabaya.........


Semalam tanggal 2 juni 2012 adalah puncak dari segala acara Ulang Tahun kota Surabaya yang ke -719. Setelah sebelumnya  Kebun Binatang Surabaya (KBS) gratis masuk tanggal 30 mei dan gratis masuk di TRS tanggal 31 mei.

semalam puncak acara ini di meriahkan oleh bintang tamu dari berbagai kota. Seperti Dewa,TRIAD, Mahadewi, Armada, Last Child,Gissel, Super Girlis dan banyak lagi yang lainnya. Namun sayangnya q cumin hadir di TV doank… wkakakakk (Surabaya muacet habis!! malem itu)

tapi tidak lupa juga saya haturkan Selamat Ulang tahun dan selamat atas penghargaan Adipura Kencana yang telah di raih oleh kota Surabaya ini.
Semoga semakin maju,segala macet bisa cepat teratasi,dan tidak lupa berpesan untuk anggota dewan yang ada di Surabaya. (KURANGIN KUNKER)!!!

Rabu, 30 Mei 2012

Indonesia. Negeri orang buta


Kalau anda melihat tayangan “genta demokrasi” di metro tv semalam anda mungkin juga merasakan apa yang saya rasakan. Indonesia rasanya di anggap Negara ‘bodoh,bego,miskin’ oleh Negara tetangga karena tidak bisa memakmurkan rakyatnya sendiri

Bagaimana tidak miris?? Melihat anak SD kurang mampu,memakai seragam putih-merah,tak lupa topi bertuliskan “tut wuri handhayani” sedang upacara bendera. Tapi mereka tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sedang hormat kepada sang merah putih!?? Melainkan mereka menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia,Negaraku, dan sangat hikmat hormat pada bendera Malaysia.
Kenapa begitu??
Ternyata mereka adalah anak dari para TKI yang bertempat di Kalimantan timur,berbatasan langsung dengan serawak. Orang tua mereka rata2 hanya lulusan SMP dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai TKI di negeri seberang. Menjadi buruh kelapa sawit. Karena menurut mereka sangat sulit mencari pekerjaan di Indonesia.

Add caption
Karena tidak mampu menyekolahkan anak2nya. Pemerintah Malaysia-lah yang turun tangan. mereka memberikan pendidikan gratis bagi anak2 TKI tersebut. “kami tidak membedakan dari Negara mana,atau dari suku mana siswa kami. Menurut kami pendidikan adalah hak seluruh anak”,tutur datuk kepala sekolah.
Mereka di antar-jemput menggunakan mobil pickup dari sekolah di Malaysia menuju rumah masing2. Pelajaran,dan buku semuanya gratis dari pemerintah Malaysia. “Lulus dari SD ke SMP gratis,dari SMP ke SMA juga semua kami yang tanganin” tandasnya lagi. Tapi tentu saja kurikulum berbeda dengan di Indonesia,pelajaran kewarganegaraanya-pun di masukin pelajaran Malaysia. Tidak hanya pendidikan,kesehatan para siswa dan para TKI//orang tuanya, juga di bantu oleh pemerintahh Malaysia. Alias serba gratis.

Para orang tua/TKI tersebut mengaku sangat kecewa dengan pemerintah Indonesia. Negara yang mereka sanjung2,tidak peduli pada mereka. Mereka membayar pajak dari kendaraan,listrik,PBB dsb. “Pemerintah indonesia  jangankan membantu,melirik pun tidak”

Mari kita telaah sejenak.

Anak – anak dan orang tua mereka tidaklah salah. Negeri ini lah yang membuat mereka seperti itu. Dimana mata para pemimpin bila melihat tayangan televise semalam??
dimana hati mereka,melihat anak-anak pribumi lebih hafal menyanyikan lagu Negaraku dari pada Indonesia raya???
dan dimana nurani mereka kalau sebagaian  penduduk di kaltim mengatakan rasa kecewanya terhadap pemerintah Indonesia buta??

Jujur sampai tertulisnya postingan ini saya ingin berteriak di hadapan para anggota dewan “jan****k” sekencang-kencagnya.

mereka hanya asik memperkaya kantong diri sendiri. Tidak peduli dengan cara apapun agar tujuan mereka tercapai. Tidak melihat penderitaan penduduk terutama di pelosok nusantara. Seharusnya meratakan pembangunan agar semua bisa merasakan hasil dari Negara ini(pajak yang mereka bayar) bukannya malah membangun gedung perkantoran yang DPR yang serba WAH’
Saya memang bukan anak hukum,dan tidak bisa bicara hukum.

Untuk itu saya mohon komentar2 dari para pengunjung blog ini,agar tulisan ini tidak di anggap “suara kosong”

Sabtu, 26 Mei 2012

Masjid M. cheng hoo, Masjid “rasa” klenteng





Kalo di rusia dan amerika ada masjid berbentuk gereja,di Indonesia pun tak kalah. Di Surabaya ada masjid berbentuk klenteng.
(Bagi yang belum tau saya akan memberikan info buat anda, dan bagi yang sudah tahu mungkin bisa memberikan kesempatan untuk saya menjelaskan :D)






Sebenarnya masjid ini sudah lama berdirinya,tepatnya di tahun 2003,tapi kali ini saya baru bisa sempat mempostingnya. 




Namanya Masjid Muhammad Cheng Hoo, masjid ini memang berbeda dengan masjid-masjid seperti pada umumnya. Berbentuk lebih mirip klenteng sih sebenarnya. Mulai dari arsitektur hiasan sampai bangunan “rasa klenteng” sangat mendominasi.








Dan tidak lupa aroma khas Hio/dupa memenuhi setiap ruangan di masjid ini.







Masjid ini memang tidak sebesar yang saya pikirkan. Hanya muat kurang dari 200 orang jamaah. Tapi bila shalat jumat ataupun shalat trawih akan di gelar tempat di halaman depan masjid(lapangan)
Untuk sejarah M cheng hoo sendiri lebih lengkapnya cari disini.